Senin, 27 April 2015

Keamanan Sistem Operasi, Evaluasi Keamanan Sistem Informasi, dan Sistem Keamanan Database

1. Keamanan Sistem Operasi
Komponen Arsitektur Keamanan Linux
1. Account Pemakai (user account)
Macam User :
Root : Kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses jaringan.
User : Account dengan kekuasaan yang diatur oleh root dalam melakukan aktifitas dalam system.
Group : Kumpulan user yang memiliki hak sharing yang sejenis terhadap suatu devices tertentu.
2. Kontrol Akses secara Diskresi (Discretionary Access Control) adalah metode pembatasan yang ketat, yang meliputi :
Setiap account memiliki username dan password sendiri.
Setiap file/device memiliki atribut(read/write/execution) kepemilikan, group,dan user umum.
Perintah-perintah penting pada DAC :
Mengubah izin akses file.
Mengubah kepemilikan.
Mengubah kepemilikan group.
Menggunakan account root untuk sementara.
3. Kontrol Akses Jaringan (Network Access Control)
Firewall linux :
alat pengontrolan akses antar jaringan yang membuat linux dapat memilih host yang berhak / tidak berhak mengaksesnya.
Fungsi Firewall linux :
Analisa dan filtering paket
Blocking content dan protocol
Bloking isi paket seperti applet java, activeX, Vbscript, Cookies
Autentikasi koneksi dan enkripsi
4. Enkripsi (Encryption)
Penerapan Enkripsi di linux :
a) Enkripsi password
Menggunakan DES ( Data Encryption Standard )
b) Secure Shell (SSH)
Secure socket Layer (SSL)
Enkripsi komunikasi data
5. Logging
     Prosedur dari Sistem Operasi atau aplikasi merekam setiap kejadian dan menyimpan rekaman tersebut untuk dapat dianalisa. Semua file log linux disimpan di directory /var/log, antara lain :
Lastlog
last
Xferlog
Access_log
Error_log
Messages
6. Deteksi Penyusupan (Intrusion Detection)
     Definisi : aktivitas mendeteksi penyusupan secara cepat dengan menggunakan program khusus secara otomatis yang disebut Intrusion Detection System.
Tipe dasar IDS :
Ruled based system
Adaptive system
Program IDS :
Chkwtmp
Tcplogd
Host entry
Komponen Arsitektur Keamanan NT 
1. Adminisrasi User dan Group
Jenis Account User :
Administrator
Guest
User
Jenis Account Group :
Administrator
Guest
User
Operator back-up
Power user
Operator server
Operator account
Operator printer

2. Keamanan untuk Sistem File
A. NTFS :
Cepat dalam operasi standar file (read – write – search)
Terdapat system file recovery, access control dan permission.
Memandang obyek sebagai kumpulan atribut, termasuk permission access.
B. Proteksi untuk integritas data
Transaction logging : merupakan system file yang dapat di-recovery untuk dapat mencatat semua perubahan terakhir pada directory dan file secara otomatis.
Sector sparing : Teknik dynamic data recovery yang hanya terdapat pada disk SCSI dengan cara memanfaatkan teknologi fault-tolerant volume untuk membuat duplikat data dari sector yang mengalami error.
Cluster remapping : Jika ada kegagalan dalam transaksi I/O pada disk, secara otomatis akan mencari cluster baru yang tidak rusak, lalu menandai alamat cluster yang mengandung bad sector tersebut.
Fault tolerance : Kemampuan untuk menyediakan redudansi data secara realtime yang akan memberikan tindakan penyelamatan bila terjadi kegagalan perangkat keras, korupsi perangkat lunak dan kemungkinan masalah lainnya.
3. Model Keamanan Windows NT
     Dibuat dari beberapa komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk memberikan keamanan logon dan access control list (ACL) dalam NT :
LSA (Local security Authority) : menjamin user memiliki hak untuk mengakses system. Inti keamanan yang menciptakan akses token, mengadministrasi kebijakan keamanan local dan memberikan layanan otentikasi user.
Proses logon : menerima permintaan logon dari user (logon interaktif dan logon remote), menanti masukan username dan password yang benar. Dibantu oleh Netlogon service.
Security Account MANAGER (SAM) : dikenal juga sebagai directory service database, yang memelihara database untuk account user dan memberikan layan validasi untuk proses LSA.
Security Reference Monitor (SRM) : memeriksa status izin user dalam mengakses, dan hak user untuk memanipulasi obyek serta membuat pesan-pesan audit.
4. Keamanan Sumber Daya Lokal
     Obyek dalam NT [file, folder (directory), proses, thread, share dan device], masing-masing akan dilengkapi dengan Obyek Security Descriptor yang terdiri dari :
Security ID Owner
Security ID group
Discretionary ACL (Access Control List)
System ACL
5. Keamanan Jaringan
Jenis Keamanan Jaringan Windows NT :
Model keamanan user level : account user akan mendapatkan akses untuk pemakaian bersama dengan menciptakan share atas directory atau printer.
Model keamanan Share level : dikaitkan dengan jaringan peer to peer, dimana user manapun membagi sumber daya dan memutuskan apakaha diperlukan password untuk suatu akses tertentu.
6. Keamanan pada Printer

Dilakukan dengan mensetting properties printer
Menentukan permission : full control, MANAGE document, print
Biasanya susunan permission pada NT defaulut : Adminstrator – full control, Owner – MANAGE document, dan Semua user – print
Mengontrol print JOB, terdiri dari :
Setting waktu cetak
Prioritas
Notifikasi (orang yang perlu diberi peringatan)
Set auditing information
7. Keamanan Registry

Tools yang disediakan dalam pengaksesan registry :
System policy editor : mengontrol akses terhadap registry editor, memungkinkan administrator mengedit dan memodifikasi value tertentu dalam registry dengan berbasis grafis.
Registry editor (regedit32.exe) : tools untuk melakukan edit dan modifikasi value dalam registry.
Windows NT Diagnostics (winmsd.exe) : memungkinkan user melihat setting isi registry dan valuenya tanpa harus masuk ke registry editor sendiri.
8. Audit dan Pencatatan Log

Pencatatan logon dan logoff termasuk pencatatan dalam multi entry login
Object access (pencatatan akses obyek dan file)
Privilege Use (paencatatan pemakaian hak user)
Account MANAGEMENT (manajemen user dan group)
Policy change (Pencatatan perubahan kebijakan keamanan)
System event (pencatatan proses restart, shutdown dan pesan system)
Detailed tracking (pencatatan proses dalam system secara detail)
Pertanyaan

1. Jelaskan pengertian SSH dan SSL pada linux! (Ilham)
2. Apa perbedaan antara root di Linux dan hak akses di Windows? (Irvan)
Jawab

1. Secure Shell (SSH) : Program yang melakukan loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. Enkripsi dalam bentuk Blowfish, IDEA, RSA, Triple DES.
Secure socket Layer (SSL) : Mengenkripsi data yang dikirimkan lewat port http.
2. Hak akses pada Linux
Kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses jaringan.
Hak akses pada Windows
Hak basic : acces computer from network, back-up files/ directory, change system time, logon locally, MANAGE auditing and security, log (event viewer), restore files and directory, shutdown system, take ownership files or other object, dll.
Hak advance : access service and kernel untuk kebutuhan pengembangan system.
2. Evaluasi Keamanan Sistem Informasi
   Meski sebuah sistem informasi sudah dirancang memiliki pengamanan, tetapi dalam perjalanannya keamanan jaringan harus selalu dimonitor. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
Selalu ditemukannya lubang keamanan yang baru, seperti halnya windows milik microsoft selalu saja ditemukan lubang keamanan baru (security hole) oleh para hacker;
Kesalahan konfigurasi, bisa mengakibatkan timbulnya celah keamanan pada suatu sistem. Misalnya mode (permission atau kepemilikan) dari berkas yang menyimpan password secara tidak sengaja diubah sehingga dapat diubah oleh orang-orang yang tidak berhak;
Penambahan perangkat baru (hardware/software) yang menyebabkan menurunnya tingkat security dan berubahnya metode pengoprasian sistem. Itu jelas karena sebuah sistem tetap membutuhkan seorang administrator, dan seoarang admin pasti membutuhkan penyesuaian jika sistemnya diubah atau diganti dengan yang baru.
     Untuk meng-Evaluasi Keamanan Sistem Informasi, kita harus mengetahui beberapa faktor. Pertama, sumber lubang keamanan. Lubang keamanan (security hole) menurut Budi Raharjo (Dosen ITB) dapat disebabkan karena Salah Desain, Salah Implementasi, Salah Konfigurasi, dan Salah Penggunaan.
Salah Desain. Contoh sistem yang lemah desainnya adalah sistem enkripsi ROT13 dimana karakter pesan dan hasil enkripsi diubah dengan menggeser 13 karakter alphabet saja, Meski diimplementasi dengan pemrograman yang sangat teliti sekalipun jika orang mengetahui logika dan algoritma nya pasti enkripsi nya bisa ketahuan.
Salah Implementasi, banyak program dan sistem yang salah pengimplementasiannya disebabkan karena programer terburu-buru karena dikejar deadline dalam mengimplementasikan programnya jadi lupa ditest atau didebug.
Salah Konfigurasi, Desain sempurna, Implementasi baik, namun konfigurasi salah.
Salah Penggunaan, Jika semua sistem sudah baik maka tinggal disisi user saja sisanya. Sistem sebaik dan sesempurna mungkin akan sia-sia jika usernya tidak memahami. Contoh, seorang user salah memberi perintah karena ketidaktahuannya dan memformat hardisk komputer.
     Kedua, meng-evaluasi keamanan sistem informasi juga bisa kita gunakan dengan menggunakan tools penguji keamanan sistem. Untuk sistem yang basisnya UNIX ada bebrapa tools yaitu : Cops, Tripwire, Satan/Saint, SBScan : Localhost Secuty Scanner. Selain tools2 diatas ada juga tools2 yang dibuat hacker untuk kepentingannya. antara lain :
Crack : program ini dibuat untuk memcahkan password dengan cara Brute Force menggunakan kamus. jadi program ini mencoba mencocokkan password dengan kata dikamus. Karena itu jangan menggunakan password dengan kata yang ada di kamus.
Land / Latierra : program yang dibuat untuk membuat windows NT dan windows 95 hang.
Ping-o-Death : program ping yang dapat membuat crash windows 95 / NT dan beberapa versi UNIX
Winuke : program untuk memacetkan sistem berbasis windows dan banyak lagi tools-tools lain yang bisa didapetin gratis di internet
     Probing, Service di internet umumnya menggunakan TCP atau UDP, dan setiap service menggunakan port yang berbeda, misalnya :
SMTP, Service untuk mengirim email pake protocol TCP dan dengan port 25
FTP, Service untuk tranfer file pake protocol TCP, dengan port 21
HTTP, Service untuk web server pake protocol TCP, dengan port 80
DNS, Service untuk domain pake protocol TCP dan UDP, dengan port 53
POP3, Service untuk mengambil email pake protocol TCP, dengan port 110
Pertanyaan
Apa penyebab dari celah/lubang keamanan ( security hole ), dan apa dampaknya ( positif dan negatif ) ? (Sandi)
Jawab
Penyebab : Bisa disebabkan oleh 3 hal, yaitu kesalahan pada desain sistem ataupun algoritma yang digunakan, implementasi algoritma yang kurang baik, dan kesalahan konfigurasi.
Dampak :
positif : dapat mengetahui kesalahan atau celah keamanan dari sistem yang ada, sehingga tingkat keamanannya dapat ditingkatkan.
negatif : adanya pihak-pihak yang dianggap merugikan yang dapat masuk, mengakses, ataupun merusak sistem atau keamanan sistem yang ada.
3. Sistem Keamanan Database
Keamanan Database
     Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengerusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan. lunak database server yang handal (2) Pemberian otoritas kepada user mana saja yang berhak mengakses, serta memanipulasi data-data yang ada. Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengerusakan data dan pemakaian. Untuk menjaga keaman an Basis Data dapat dengan: (1) Penentuan perangkat
a. Tujuan Keamanan Basis Data
Secrecy/Confidentiality: Informasi tidak boleh diungkapkan kepada pengguna yang tidak sah. Sebagai contoh, mahasiswa seharusnya tidak diperbolehkan untuk memeriksa nilai siswa lainnya.
Integrity: Hanya pengguna yang berwenang harus diizinkan untuk memodifikasi data. Sebagai contoh, siswa mungkin diperbolehkan untuk melihat nilai mereka, namun tidak diperbolehkan (jelas) untuk memodifikasi mereka.
Availability: Pengguna yang terdaftar tidak boleh ditolak akses. Sebagai contoh, seorang instruktur yang ingin mengubah kelas harus diizinkan untuk melakukannya
b. Ancaman terhadap Keamanan Database
Interuption: Sumber daya basis data dirusak atau menjadi tidak dapat dipakai (ancaman terhadap availability).
Interception: Pemakai atau bagian yang tidak berhak mengakses sumber daya basis data (ancaman secrecy).
Modification: Pemakai atau bagian yang tidak berhak tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya sistem komputer (ancaman integrity). Fabrication: Pemakai atau bagian yang tidak berhak menyisipkan objek palsu kedalam sistem (ancaman integrity).
c. Penyalahgunaan Database
1. Tidak disengaja, jenisnya :
Kerusakan selama proses transaksi
Anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
Anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
Logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database
2. Disengaja, jenisnya :
Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang
Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang
Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang
d. Tingkatan Penyalahgunaan Database
Fisikal : lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
Manusia : wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
Sistem Operasi : Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
Sistem Database : Pengaturan hak pemakai yang  baik.
Pengaturan Keamanan Database
a. Otorisasi :

Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem
Kendali otorisasi (=kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2
Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.
b. Tabel View :
     Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna. Contoh pada Database relasional,untuk pengamanan dilakukan beberapa level:
Relasi : pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi
View : pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang terapat pada view
Read Authorization : pengguna diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi.
Insert Authorization : pengguna diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
Update Authorization : pengguna diperbolehkan memodifikasi data, tetapi tidak dapat menghapus data.
Delete Authorization : pengguna diperbolehkan menghapus data.
Untuk Modifikasi data terdapat otorisasi tambahan :
Index Authorization : pengguna diperbolehkan membuat dan menghapus index data.
Resource Authorization : pengguna diperbolehkan membuat relasi-relasi baru.
Alteration Authorization : pengguna diperbolehkan menambah/menghapus atribut suatu relasi.
Drop Authorization : pengguna diperbolehkan menghapus relasi yang sudah ada.
Contoh perintah menggunakan SQL :
GRANT : memberikan wewenang kepada pemakai
Syntax : GRANT <priviledge list> ON <nama relasi/view> TO <pemakai>
Contoh :
GRANT SELECT ON S TO BUDI
GRANT SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI
REVOKE : mencabut  wewenang yang dimiliki oleh pemakai
Syntax : REVOKE <priviledge list> ON <nama relasi/view> FROM <pemakai>
Contoh :
REVOKE SELECT ON S TO BUDI
REVOKE SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI
Priviledge list : READ, INSERT, DROP, DELETE, INEX, ALTERATION, RESOURCE
c. Backup data dan recovery :

Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat ari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.
Jurnaling : proses menyimpan dan mengatur log file dari semua perubahan yang dibuat di database untuk proses recovery yang efektif jika terjadi kesalahan.
Isi Jurnal :
1. Record transaksi
Identifikasi dari record
Tipe record jurnal (transaksi start, insert, update, delete, abort, commit)
Item data sebelum perubahan (operasi update dan delete)
Item data setelah perubahan (operasi insert dan update)
Informasi manajemen jurnal (misal : pointer sebelum dan record jurnal selanjutnya untuk semua transaksi
2. Record checkpoint : suatu informasi pada jurnal untuk memulihkan database dari kegagalan, kalau sekedar redo, akan sulit penyimpanan sejauh mana jurnal untuk mencarinya kembali, maka untuk membatasi pencarian menggunakan teknik ini.
Jenis Pemulihan :
Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.
d. Kesatuan data dan Enkripsi :

Enkripsi : keamanan data
Integritas :metode pemeriksaan dan validasi data (metode integrity constrain), yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
Konkuren : mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada database multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang akurat (time stamping).
Teknik Pemulihan Database
Teknik Pemulihan :
defered upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
Immediate Upadate / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
Shadow Paging : menggunakan page bayangan dimana para prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Pertanyaan
Salah satu contoh kasus penyalahgunaan database secara tidak sengaja dan secara di sengaja? (Fathul)
Jawab
Contoh kasus penyalahgunaan database secara tidak sengaja. Input data dengan informasi yang tidak benar misalnya menggunakan e-banking via internet kita memasukan no rek atau token yang salah dalam melakukan transaksi.
Contoh kasus yang di sengaja. Carding adalah penyusun data informasi pada database untuk mendapatkan hak guna yang bukan miliknya misalkan dengan menggunakan uang cairan secara digital dalam melakukan sebuah transaksi.

Senin, 20 April 2015

Keamanan pada Jaringan Komputer dan Prinsip Keamanan Komputer

3. Keamanan pada Jaringan Komputer

Dalam kemanan jaringan komputer ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, diantaranya yaitu membatasi akses ke jaringan. Adapun batasan yang dimaksud adalah seperti penjelasan dibawah ini :
1. Membatasi Akses ke Jaringan

A. Membuat tingkatan akses :

Pembatasan-pembatasan dapat dilakukan sehingga memperkecil peluang penembusan
oleh pemakai yang tak diotorisasi, misalnya :

  •     Pembatasan login. Login hanya diperbolehkan :
    •   Pada terminal tertentu.
    •   Hanya ada waktu dan hari tertentu.
    • Pembatasan dengan call-back (Login dapat dilakukan siapa pun. Bila telah sukses
login, sistem segera memutuskan koneksi dan memanggil nomor telepon yang telah
disepakati, Penyusup tidak dapat menghubungi lewat sembarang saluran telepon,
tapi hanya pada saluran telepon tertentu).

  •     Pembatasan jumlah usaha login.
  •     Login dibatasi sampai tiga kali dan segera dikunci dan diberitahu ke administrator.
  •     Semua login direkam dan sistem operasi melaporkan informasi-informasi berikut :
    • Waktu, yaitu waktu pemakai login.
    • Terminal, yaitu terminal dimana pemakai login.
  •     Tingkat akses yang diizinkan ( read / write / execute / all )



B. Mekanisme kendali akses :

Masalah identifikasi pemakai ketika login disebut otentifikasi pemakai (user authentication).
Kebanyakan metode otentifikasi didasarkan pada  tiga cara, yaitu :
1. Sesuatu yang diketahui pemakai,
  •     Password.
  •     Kombinasi kunci.
  •     Nama kecil ibu mertua.
  •     Dan sebagainya.

2. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya :
  •     Badge.
  •     Kartu identitas.
  •     Kunci.
  •     Dan sebagainya.

3. Sesuatu mengenai (ciri) pemakai, misalnya :
  •     Sidik jari.
  •     Sidik suara.
  •     Foto.
  •     Tanda tangan.


C. Waspada terhadap Rekayasa sosial :

1. Mengaku sebagi eksekutif yang tidak berhasil mengakses,  menghubungi administrator via telepon/fax.
2. Mengaku sebagai administrator yang perlu mendiagnosa masalah network, menghubungi end user via email/fax/surat.
3. Mengaku sebagai petugas keamanan e-commerce, menghubungi customer yang telah bertransaksi untuk mengulang kembali transaksinya di form yang disediakan olehnya.
4. pencurian surat, password.
5. penyuapan, kekerasan.


D. Membedakan Sumber daya internal dan Eksternal :

Memanfaatkan teknologi firewall yang memisahkan network internal dengan network
eksternal dengan rule tertentu.

E. Sistem Otentikasi User :

Adalah proses penentuan identitas dari seseorang yang sebenarnya, hal ini diperlukan
untuk menjaga keutuhan ( integrity ) dan keamanan ( security ) data, pada proses ini
seseorang harus dibuktikan siapa dirinya sebelum menggunakan layanan akses.

Upaya untuk lebih mengamankan proteksi password, antara lain :
1. Salting.
  • Menambahkan string pendek ke string password yang diberikan pemakai sehingga mencapai panjang password tertentu.
2. One time password.
  •     Pemakai harus mengganti password secara teratur. Upaya ini membatasi peluang password telah diketahui atau dicoba-coba pemakai lain.
  •     Bentuk ekstrim pendekatan ini adalah one time password, yaitu pemakai mendapat satu buku berisi daftar password. Setiap kali pemakai login, pemakai menggunakan password berikutnya yang terdapat di daftar password.
  •     Dengan one time password, pemakai direpotkan keharusan menjaga agar buku passwordnya jangan sampai dicuri.


3. Satu daftar panjang pertanyaan dan jawaban.
  •     Variasi terhadap password adalah mengharuskan pemakai memberi satu daftar pertanyaan panjang dan jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan dan  jawabannya dipilih pemakai sehingga pemakai mudah mengingatnya dan tak perlu menuliskan di kertas.
  •     Pertanyaan berikut dapat dipakai, misalnya :
  1.         Siapa mertua abang ipar Badru ?
  2.         Apa yang diajarkan Pak Harun waktu SD ?
  3.         Di jalan apa pertama kali ditemukan simanis ?
  •     Pada saat login, komputer memilih salah satu dari pertanyaan-pertanyaan  secara acak, menanyakan ke pemakai dan memeriksa jawaban yang diberikan.

4. Tantangan tanggapan (chalenge response).
  •     Pemakai diberi kebebasan memilih suatu algoritma, misalnya x3.
  •     Ketika pemakai login, komputer menuliskan di layar angka 3. Dalam kasus ini pemakai mengetik angka 27. Algoritma dapat berbeda di pagi, sore, dan hari  berbeda, dari terminal berbeda, dan seterusnya.
Contoh Produk Otentikasi User, antara lain :

1. Secureid ACE (Access Control Encryption)
System token hardware seperti kartu kredit berdisplay, pemakai akan menginput nomor pin yang diketahui bersama, lalu memasukkan pascode bahwa dia pemilik

2. S/key (Bellcore)
System software yang membentuk one time password (OTP) berdasarkan informasi loginterkhir dengan aturan random

3. Password Authentication Protocol (PAP)
Protokol dua arah untuk PPP (Point to point Protocol). Peer mengirim pasangan user id dan password, authenticator

4. Challenge Handshake Authentication Protocol (CHAP)
S/key pada PAP, protocol 3 arah, authenticator mengirim pesan tantangan ke peer, peer menghitung nilai lalu mengirimkan ke authenticator, authenticator menyetujui otentikasi jika jawabannya sama dengan nilai

5. Remote Authentication Dial-in User Service (RADIUS)
Untuk hubungan dial-up, menggunakan network access server, dari suatu host yang menjadi client RADIUS, merupan system satu titik

6. Terminal Access Controller Access Control System (TACACS)
Protokol keamanan berbasis server dari CISCO System. Secury\ity Server terpusat dangan file password UNIX, database otentikasi, otorisasi dan akunting, fungsi digest (transmisi password yang tidak polos)

Pertanyaan yang diajukan ketika presentasi keamnan pada jaringan komputer
1. Apa yang dimaksud dengan wiretapping? apa saja ancaman yang dihasilkan oleh wiretapping? (Dennis)

Jawab: 
wiretapping adalah jenis ancaman keamanan jaringan yg berupa penyadapan melalui jaringan kabel. Bentuk ancaman ini adalah penyadapan melalui komunikasi jaringan data internet, penyadapan komunikasi melalui telfon. Biasanya wiretapping ini digunakan para aparat keamanan utk mendeteksi kejahatan yg mungkin terjadi, contohnya KPK yang menyadap telfon dari tersangka koruptor

4. Prinsip Keamanan Komputer

Pada dasarnya, prinsip-prinsip pengamanan suatu sistem komputer terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
  •     Rancangan Sistem
   Rancangan (gambaran) suatu sistem sangat perlu diperhatikan dalam hal pengamanan komputer, karena jika suatu rancangan sistem tersebut lemah maka akan sangat rentan mendapat serangan dari seorang penyusup dan lainnya. Rancangan sistem yang baik adalah sebagai berikut :
a.    Rancangan sistem seharusnya publik
Membuat proteksi yang bagus dengan asumsi penyusup mengetahui
cara kerja sistem pengamanan.

b.    Dapat diterima
Tidak mengganggu kerja user dan kebutuhan otorisasi pengaksesan.
  •      Pemeriksaan Otorisasi
   Otorisasi adalah mendapatkan keterangan jika orang yang sekali teridentifikasi, diijinkan untuk memanipulasi sumber daya tertentu. Ini biasanya ditentukan dengan menyelidiki apakah orang itu memiliki aturan akses tertentu terhadap sumber daya atau tidak.
Pemeriksaan otorisasi menjadi sangat penting dalam pengamanan suatu sistem komputer karena jika terjadi kesalahan atau kurang efektif dalam melakukan otorisasi maka dampaknya akan sangat buruk bagi keamanan sistem komputer. Berikut adalah cara yang tepat dalam melakukan pemeriksaan otorisasi :
a.    Pemeriksaan otorisasi satu waktu
Pemeriksaaan dilakukan pada awal, setelah itu tidak lagi diperiksa.

b.    Kewenangan serendah mungkin
Berikan kewenangan serendah mungkin bagi pemakai, hanya untuk
melakukan tugasnya
  •      Mekanisme Ekonomi
   Suatu mekanisme pengamanan sebuah sistem komputer merupakan aspek terakhir yang harus diperhatikan. Mekanisme yang ekonomis, mekanisme yang sekecil dan sesederhana mungkin menjadi sangat penting dalam hal pengamanan komputer karena dengan itu proses verifikasi dapat mudah dilakukan.

Pertanyaan yang diajukan ketika presentasi prinsip keamanan komputer
1. Sebutkan contoh kewenangan serendah mungkin (Ryan) :

Jawab :
Contoh dalam kewenangan serendah mungkin seperti pemberian hak akses data pada suatu perusahaan, dimana terdapat 3 pengguna data, yaitu : admin, operator, dan user. Hak akses yang ada yaitu : Create, Read, Update, dan Delete. Untuk admin diberikan hak akses terhadap seluruhnya. Kemudian untuk operator diberikan hak akses Create, Read, dan Update. Sedangkan untuk user hanya diberikan hak akses untuk read saja. Diberlakukannya pembatasan hak akses bertujuan untuk efisiensi pengelolaan data dan meningkatkan kemanan data dari pengguna data yang tidak bertanggung jawab.

Senin, 13 April 2015

Keamanan pada Jaringan Lanjutan dan Kemanan Data dari Virus

1. Keamanan pada Jaringan Lanjutan
    Dalam kemanan jaringan kita harus membatasi asset organisasi secara fisik ataupun secara teknis. Adapun batasan yang dimaksud.

A.   Membatasi asset organisasi
-. Secara Adminsistratif / fisik
  •     Rencana kemungkinan terhadap bencana
  •     Program penyaringan calon pegawai system informasi
  •     Program pelatihan user
  •     Kebijakan akses network

-.Secara Teknis


  •     Penerapan Firewall
Firewall adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (GATEWAY) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.



  •     Penerapan Virtual Privat Network (VPN)

Virtual Private Network atau Jaringan Pribadi Maya sesungguhnya sama dengan Jaringan Pribadi (Private Network/PN pada umumnya, di mana satu jaringan komputer suatu lembaga atau perusahaan di suatu daerah ataau negara terhubung dengan jaringan komputer dari satu grup perusahaan yanng sama di daerah ataau negara lain. Perbedaannya hanyalah pada media penghubung antar jaringan. Kalau pada PN, media penghubungnya masih merupakann milik peruusahaan/gruup itu sendiri, dalam VPN, media penghubungnya adalah jaringan publik seperti Internet. Dalam VPN, karena media penghubung antar jaringannya adalah jaringan publik, diperlukan pengamanan dan pembatasan-pembatasan. Pengamanan diperlukan unntuk menjaga agar tidak sembarang orang dari jaringan publik dapat masuk ke jaringan pribadi. Yang dikecualikan hanyalah orang-orang yang terdaftar atau terotentifikasi terlebih dahulu yang dapat masuk ke aringan pribadi. Pembaatasan diperlukan untuk menjaga agar tidak semua orang atau user daari jaringan pribadi dappat mengakses jaringan publik (internet).

Pertanyaan yang diajukan pada saat presentasi :

1. Apa perbedaan antara sofware firewall dengan hardware firewall? (Andreas)
Jawab :
Ada dua jenis firewall yang tersedia di pasar saat ini. Mereka adalah:
  •     Hardware : ini adalah jenis  firewall berupa perangkat hardware yang dibuat khusus untuk memberikan keamanan. Karena hardware firewall adalah perangkat khusus yang dirancang dan dikembangkan untuk tujuan tersebut, mereka dianggap solusi terbaik untuk keamanan organisasi dan perlindungan informasi sensitif. Hardware firewall sebagian besar digunakan dalam lingkungan produksi dan tidak mungkin bahwa mereka dibeli untuk rumah. Alasan di balik ini adalah bahwa firewall hardware sulit untuk mengkonfigurasi dan membutuhkan profesional yang terampil dan berkualitas untuk melaksanakan keamanan di dalamnya efisien. Penggunaan firewall ini hanya terbatas pada media keamanan berorientasi atau organisasi berskala besar.
  •     Software : Ini adalah aplikasi firewall perangkat lunak yang dapat diinstal pada sistem komputer seperti aplikasi lainnya. Setelah instalasi, perangkat lunak firewall harus dikonfigurasi tepat untuk mengizinkan atau menolak komunikasi antara komputer dan jaringan / internet tergantung pada sifat dari paket. Meskipun ada firewall beberapa perangkat lunak yang tersedia di pasar yang tepat dikembangkan untuk tujuan keamanan, firewall ini tidak seefisien firewall hardware. Ketersediaan Firewall Software dan Hardware Alasan mengapa hardware firewall lebih bagus? Karena hardware firewall  adalah entitas yang nyata, mereka tidak bisa di-download dari Internet dan karena itu mereka harus dibeli dari pasar. Di firewall perangkat lunak sisi lain adalah aplikasi dan dapat dengan mudah download dari internet dan juga dapat dibeli dari pasar lokal. Ketika software  firewall  di-download, pengguna dapat melakukan pembayaran melalui kartu kredit atau metode lainnya. Contoh : hardware firewall Cisco PIX(buatan cisco) Checkpint Sonic Wall Contivity dari Nortel dan Cisco

2. Jelaskan cara kerja VPN ! (Firman)
Jawab :
Cara kerja VPN VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC,Server VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router, misalnya MikroTik RB 750. Komputer dengan aplikasi VPN Client mengontak Server VPN, VPN Server kemudian memverifikasi username dan password dan apabila berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client dan selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan terbentuk. Untuk selanjutnya komputer cliet digunakan untukmengakses berbagai resource


2. Keamanan data dari virus
Keamanan data dari virus merupakan salah satu hal penting dalam keamanan data. Virus dapat merubah, menambil ataupun mengapus data yang penting, oleh karena itu jika kita mengabaikan kemanan data dari virus akan sangan berbahaya.
-. Tipe-tipe virus :
  •     Virus Compiler: Virus yang sudah di compile sehingga dapat dieksekusi langsung. Ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer.
  •     Virus File: Virus yang memanfaatkan file yang dapat diijalankan/dieksekusi secara langsung. Biasanya file *.EXE atau *.COM.
  •     Virus Sistem: Lebih dikenal sebagai virus Boot. Virus ini memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Sering terdapat di disket/tempat penyimpanan tanpa sepengetahuan kita.
  •     Virus Boot Sector: Virus yang memanfaatkan hubungan antar komputer dan tempat penyimpanan untuk penyebaran virus.
  •     Virus Dropper: Suatu program yang dimodifikasi untuk menginstal sebuah virus komputer yang menjadi target serangan. setelah terinstal, maka virus akan menyebar tetapi Dropper tidak ikut menyebar.
  •     Worm: Sebuah program yang bersifat parasit karena dapat menduplikasi diri. Akan tetapi, worm tidak menyerupai virus karena tidak menginfeksi program komputer lainnya.
  •     Virus Macro: Virus yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi seperti Ms Word, Ms Excel, Corel WordPerfect dan sebagainya.
  •     Virus Hybrid: Virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file.
  •     Virus Registry WIndows: Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry Windows.

-.Klasifikasi virus
             Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.
             Berikut adalah contoh dari beberapa jenis program yang berbahaya (harmful program) yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok berdasarkan cara mereka menyerang/menginfeksi sebuah sistem komputer:
  •     Malware (Malicious Software): program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan untuk menyerang dan membahayakan sebuah sistem komputer.
  •     Virus computer: program yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi (memperbanyak) dengan sendirinya.
  •     Worm: program independen yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi (memperbanyak) dengan Worm adalah program independen yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi (memperbanyak) dengan sendirinya.Worm tidak menginfeksi program lainnya (host program) . Ia membuat copy/duplikat dirinya sendiri dan menginfeksi sistem komputer lainnya (biasanya menggunakan hubungan jaringan) .
  •     Trojan horse: replika atau duplikat virus yang merupakan program independen yang kelihatan berguna akan tetapi ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna (user), program tersebut juga menjalankan fungsi-fungsi yang bersifat merusak (destruktif).
  •     Malicious toolkits: program yang dirancang untuk membantu menciptakan program-program yang dapat membahayakan sebuah sistem komputer.
  •     Joke Program: Program yang dapat meniru operasi-operasi yang dapat membahayakan sistem komputer, namun sebenarnya dibuat untuk tujuan lelucon dan tidak mengandung sistem operasi yang berbahaya.
  •     Backdoor: Backdoor (pintu belakang), dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya). Beberapa pengembang perangkat lunak menambahkan backdoor ke dalam program buatannya untuk tujuan merusak (atau tujuan yang mencurigakan).
  •     Spyware: program yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna (user). Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet.
-.Antivirus
Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Program antivirus sekarang juga telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi perangkat pengintai, kit-akar, dan perangkat perusak lainnya. Antivirus sekarang dilengkapi dengan firewall untuk melindungi komputer dari serangan peretas dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah dan/atau virus ke kotak masuk pengguna.

-.Cara kerja antivirus:
  •     Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database).
  •     Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja.


Pertanyaan yang diajukan pada saat presentasi :

1. Apakah linux dapat terkena virus? Kalau bisa, seperti apa? Dan virus apa? (Ryan)
Jawab :
Bisa, hanya saja virus dilinux sangat jarang sekali. Karena hanya sedikit orang yang menggunakan linux untuk meletakkan data dan menggunakan sebagai sistem operasi tetap. Contoh virus di linux :
Alaeda – Virus.Linux.Alaeda
Bad Bunny – Perl.Badbunny
Binom – Linux/Binom

2. Bagaimana detail virus di linux menyerang sistem operasi tersebut?
Jawab :
Virus pada Linux tidak seheboh dan separah seperti yang ada dalam Windows. Di sistem operasi Windows, virus dapat menjangkiti, merusak, mengutak-atik bahkan merusak sistem. Tapi pada linux hanyalah sebagai penggangu yang tidak begitu meresahkan, karena jumlah virus yang berkembang tidak begiu banyak.


Minggu, 29 Maret 2015

Algoritma Kriptografi

        kriptografi adalah mengenai mengkonstruksi dan menganalisis protokol komunikasi yang dapat memblokir lawan, berbagai aspek dalam keamanan informasi seperti data rahasia, integritas data, autentikasi, dan non-repudansi, merupakan pusat dari kriptografi modern. Kriptografi modern terjadi karena terdapat titik temu antara disiplin ilmu matematika, ilmu komputer, dan teknik elektro. Aplikasi dari kriptografi termasuk ATM, password komputer, dan E-commerce.


A. Teknik Kriptografi
1. Metode Kuno Caesar Chiper
Mensubtitusi alphabet secara beraturan, yaitu oleh alphabet ketiga yang mengikutinya.

Tabel Subtitusi :
pi :   A  B  C  D  E  F  G  H  I  J    K  L  M  N  O  P  Q  R  S   T   U  V  W  X  Y  Z
ci :   D  E  F  G  H  I   J   K  L M  N  O  P   Q  R  S  T   U  V  W  X  Y   Z   A  B  C

Contoh proses penggunaan Caesar Cipher :
Pesan :
UNIVERSITAS GUNADARMA

Hasil enkripsi :
XQLYHUVLWDV JXQDGDUPD


2. Teknik Subtitusi
Teknik kriptografi yang sama dengan metode caesar chiper, namun peraturan dibuat sendiri oleh penulis dalam bentuk tabel sehingga penerima pesan juga harus memiliki tabel yang sama untuk keperluan deskripsi.

3.    Teknik Blocking
Membagi plain text menjadi blok-blok yang terdiri dari beberapa karakter kemudian dienkripsi secara independen.


Plain Text = 6 BELAJAR BERSAMA
ENCRYPT = 6J M ABA BRE E R L S A A






4.    Teknik Permutasi
Memindahkan atau merotasi karakter tertentu, kemudian membaginya kedalam 6 karakter dengan aturan.





PLAIN TEXT = 6 BELAJAR BERSAMA
CHIPER TEXT = A EBL6EA RBJ SMAAR










5.    Teknik Ekspansi
Teknik untuk melakukan ekspansi pesan (memelarkan pesan) dengan aturan tertentu.

Contoh :

    Bila suatu kata dimulai dengan huruf konsonan atau bilangan ganjil, maka letakkan huruf awal di akhir kata itu dan ditambahkan akhiran “–an”.
    Bila suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, letakkan huruf diawal kata dan ditambahkan akhiran “-i”.

PLAIN TEXT = 5 TEKNIK DASAR KRIPTOGRAFI
CHIPER TEXT = 5AN EKIKTAN ASARDAN RIPTOGRAFIKAN

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kriptografi
http://rahmansurya.net/teknik-dasar-kriptografi/



Minggu, 22 Maret 2015

Sistem Kemanan Jaringan Komputer 2

Menurut Garfinkel [Simon Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy”, O’Reilly & Associ – ates, Inc., 1995.]

  • Authentication
Agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi. Dengan kata lain, informasi tersebut benar-benar dari orang yang dikehendaki.
  •     Integrity
Keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan informasi tersebut
  •     Nonrepudiation
Merupakan hal yang bersangkutan dengan si pengirim. Si pengirim tidak dapat mengelak bahwa dialah yang menerima informasi tersebut.
  •     Authority
Informasi yang berada pada sistem jaringan tidak dapat dimodofikasi oleh pihak yang tidak berhak atas akses tersebut.
  •     Privacy
Merupakan lebih kearah data-data yang sifatnya lebih privat (pribadi).
  •     Availability
Berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadakan akses ke informasi.
  •     Access control
Aspek ini berhubungan dengan cara pengaturan akses pada informasi. Hal itu biasanya berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy. Access control sering kali dilakukan menggunakan kombinasi user id atau password atau dengan menggunakan mekanisme lainnya.
 menghambat penyedia
Beberapa Jenis Serangan :

1. Serangan untuk mendapatkan akses, berusaha untuk mendapatkan akses berbagai sumber daya komputer atau data dan informasi.
Contoh : -. Menebak password
               -. Sniffing
               -. Spoofing
               -. Man in the midle

2. Serangan untuk melakukan modifikasi setelah mendapatkan akses, kemudian  data secara tidak sah.
Contoh : -. Pengobatan nilai pada mata kuliah
               -. Penghapusan data hutang di bank
               -. Mengubah tampilan situs web

3. Serangan  untuk menghambat penyedia layanan. Menghambat penyedia layanan dengan cara mengganggu jaringan komputer.
Contoh : -. Denial Of Serfices Attack (DOS)
               -. Mail bomb

Aspek Ketidak Amanan

1. Interruption
Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan adalah “denial of service attack”.

2. Interception
Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses aset atau informasi. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).   

3. Modification
Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset.Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi dari web site dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik web site.
  
4. Fabrication
Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu seperti e-mail palsu ke dalam jaringan komputer.




Minggu, 15 Maret 2015

Sistem Keamanan Komputer

1. Pengertian sistem keamanan komputer

    Sistem keamana komputer adalah sistem yang memberikan keamanan pada user atau pengguna dari semua resiko berbagai kejahatan komputer.
    Data adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola untuk menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu organisasi atau perusahaan. Data terdiri dari data internal yaitu yang didapat oleh user dan data eksternal yaitu yang didapat dari sumber lain.







2. Penyebab Terjadinya Kejahatan Komputer
  • Meningkatnya pengguna komputer dan internet
  • Software yang digunakan untuk melakukan audit sebuah system
  • Banyaknya software-software untuk melakukan penyusupan
  • Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet
  • Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani
  • Kurangnya hukum yang mengatur kejahatan komputer
  • Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.
  • Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.
  • Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).

3. Macam-macam Jenis Keamanan

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security) artinya bisa tersentuh akses orang ke gedung,
peralatan, dan media yang digunakan. Contoh :
• Wiretapping atau hal‐hal yang ber‐hubungan dengan akses ke kabel atau
komputer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini.
• Denial of service, dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau
membanjiri saluran komunikasi dengan pesan‐pesan (yang dapat berisi apa saja
karena yang diuta‐makan adalah banyaknya jumlah pesan).
• Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan
sehingga dia menjadi ter‐lalu sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem
(hang).
2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel), Contoh :
• Identifikasi user (username dan password)
• Profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pemakai dan pengelola).
3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).
4. Keamanan dalam operasi: Adanya prosedur yang digunakan untuk mengatur dan
mengelola sistem keamanan, dan juga ter‐masuk prosedur setelah serangan (post
attack recovery).

4.Karateristik Penyusup

1. The Curious (Si Ingin Tahu) – tipe penyusup ini menemukan jenis sistem dan data
yang di miliki.
2. The Malicious (Si Perusak) – tipe penyusup ini merusak sistem, atau merubah web page.
3. The High-Profile Intruder (Si Profil Tinggi) – tipe penyusup ini berusaha menggunakan sistem pengguna untuk memperoleh popularitas dan ketenaran. Dia mungkin menggunakan sistem profil tinggi user untuk mengiklankan kemampuannya.
4. The Competition (Si Pesaing) – tipe penyusup ini tertarik pada data yang ada dalam sistem user. Ia mungkin seseorang yang beranggapan bahwa anda memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara keuangan atau sebaliknya.




5. Istilah Bagi Penyusup




1. Mundane ; tahu mengenai hacking tapi tidak mengetahui metode dan prosesnya.
2. lamer (script kiddies) ; mencoba script yang pernah di buat oleh aktivis hacking, tapi tidak paham    bagaimana cara membuatnya.
3. wannabe ; paham sedikit metode hacking, dan sudah mulai berhasil menerobos sehingga berfalsafah ; HACK IS MY RELIGION.
4. larva (newbie) ; hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai dengan baik, sering bereksperimen.
5. hacker ; aktivitas hacking sebagai profesi.
6. wizard ; hacker yang membuat komunitas pembelajaran di antara mereka.
7. guru ; master of the master hacker, lebih mengarah ke penciptaan tools-tools yang powerfull yang salah satunya dapat menunjang aktivitas hacking, namun lebih jadi tools pemrograman system yang umum.

Rabu, 11 Maret 2015

Kasus Keaman Sistem komputer

Contoh Kasus Keamanan Sistem Komputer

1. Akhir Januari 1999. Domain yang digunakan untuk Timor Timur (.TP) diserang sehingga hilang. Domain untuk Timor Timur ini diletakkan pada sebuah server di Irlandia yang berna• Seorang cracker Indonesia (yang dikenal dengan nama hc) tertangkap di Singapura ketika mencoba menjebol sebuah perusahaan di Singapura.
2. September dan Oktober 2000. Setelah berhasil membobol bank Lippo, kembali Fabian Clone beraksi dengan menjebol web milik Bank Bali. Perlu diketahui bahwa kedua bank ini memberikan layanan Internet banking.
3. September 2000. Polisi mendapat banyak laporan dari luar negeri tentang adanya user Indonesia yang mencoba menipu user lain pada situs web yang menyediakan transaksi lelang (auction) seperti eBay.
4. 24 Oktober 2000. Dua warung Internet (Warnet) di Bandung digrebeg oleh Polisi (POLDA Jabar) dikarenakan mereka mengMeningkatnya Kejahatan Komputer Jumlah kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan dengan sistem informasi.

                Tanggapan saya pada kasus diatas adalah bahwa kejahatan pada sistem komputer dapat merugikan banyak orang bahkan negara. Karena diera sekarang hampir semua nagara maju dan berkembang memanfaatkan sistem-sistem komputer untuk menyimpan semua dokumen dan lainnya. Tidak hanya negara, banyak masyarakat yang sistem komputer untuk melakukan aktivitas baik dalama hal berbisnis, berkomunikasi dan untuk memlakukan aktivitas dengan bank sudah menggunakan sistem komputer. Apabila kejahatan pada sistem komputer terjadi maka banyak orang yang akan dirugikan.

sumber:http://blogbriyann.blogspot.com/2013/10/contoh-kasus-keamanan-sistem-informasi.html